Thursday, April 12, 2012

Obat Patah Hati

Begitu dia bilang, “ Loe..Gue..End!”. `Ctar!` Saat itu juga berasa ada petir nyamber, iya ngga sih. Trus hati ini berasa panas, plus sakit kayak di tusuk sejuta jarum. Kecuali kalo posisi kamu yang mutusin, paling nggak kamu udah siap secara mental, hubungan kamu sama si dia udah berakhir. Tapi kalo kamu udah sekuat tenaga ngajaga hubungan dan akhirnya kamu diputusin juga? ” Gue gimanaa…Kenapa loe putusin gue??..Kok akhirnya gini amaaat?..”

Nangis aja…wajar kok.

Kunci diri di dalem kamar dan kamu bisa nangis sejadi2nya. Tapi batas waktunya jangan lebih dari sehari ya. Kamu ngga pengen kan bokap nyokap malah jadi kuatir. Kalo perlu ngerasain sedih, ya rasain aja kesedihan kamu, jangan dipendem. Nangis tuh bakal ngebantu kamu tetep sadar buat ngadepin kenyataan. Kenyataan kalo hubungan kamu sama dia udah berakhir.

Lepasin

Emang nga gampang ngelepasin seseorang yang pernah kita sayang, tapi dengan berjalannya waktu, kamu bakal ngerti kenapa semuanya terjadi dengan diri kamu.

Do Sport

Aliran endorfin bakal menaikkan semangat kamu. So, ikutan ngegym, atawa ikutan lari2, jalan2 sore kan asik tuh. Siapa tahu neh ada kecengan baru menanti kamu hehheh.

Rubah Gaya Rambut

Secara simbolis, ngerubah gaya rambut tuh berarti mengangkat beban dari pundak atau memulai sesuatu yang baru.

Habisin Waktu Bareng Teman

Gimana juga kalo kumpul plus gaul bareng temen2 tuh bakal bikin kamu lebih tenang. Mereka bakal bikin kamu ketawa `n ngerasa happy juga. Gimana juga buat ngelaluin ini semua, kamu butuh hati yg happy, so, ketawalah bareng temen2 kamu.

Curhat

Biarpun kamu udah berusaha sekuat tenaga kamu buat nyembuhin diri, tapi gagal…Curhat aja. Tapi sama orang yang dewasa plus yg bisa dipercaya ya. Misalnya ke rumahcurhat facebook atawa rumahcurhat.com hehehehe.

Doa dan teruuuss doa.

Tuhan tuh juga ngurusin masalah sakit hati lho…Jadi DIA paham banget yg kamu rasain saat ini. Dan DIA itu masternya buat nyembuhin orang2 yang lagi galau krn patah hati. So, jangan ragu2 buat dateng ke TUHAN dan mencurahkan isi hati kamu ke DIA.

Thursday, January 12, 2012

Pengembangan Kebiasaan belajar

Kata belajar tentu sudah tidak asing lagi di dengar, tetapi jika disuruh mendifinisikan kata belajar tersebut mungkin masih banyak orang yang belum bisa menjelaskannya dengan tepat. Banyak orang yang beranggapan kalau belajar itu hanyalah mengumpulkan fakta-fakta pelajaran kemudian menghapalnya. Dan ada juga yang beranggapan kalau belajar itu adalah hanyalah latihan belaka seperti yang tampak.

A. Pengertian Belajar
Menurut Skiner seorang pakar teori belajar mengatakan bahwa belajar itu karena adanya hubungan antara sitimulus dan respon yang diberi penguat. Setiap stimulus harus di beri penguat agar hasilnya bisa maksimal. (Teori Behaviorisme menggunakan istilah rangsang yang dipasangkan dengan respon dalam menjelaskan proses terbentuknya tingkah laku . Rangsang adalah suatu hal yang datang dari lingkungan yang dapat menyebabkan respon tertentu pada tingkah laku. Jika rangsang dan respon dipasangkan atau dikondisikan maka akan membentuk tingkah laku baru terhadap rangsang yang dikondisikan). Tetapi teori ini menggunakan hewan sebagai model percobaannya sehingga masih banyak pakar yang menentangnya hasil dari teori belajar tersebut.
Menurut Chapin Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman.

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.

Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang untuk mencari informasi tentang sesuatu yang bersifat baru. Sehingga dari informasi yang didapat tersebut, infomasi yang dimiliki seseorang dapat bertambah.

B. Apa manfaat dari belajar?
  1. Kita akan mendapatkan pengetahuan baru yang belum diketahui
  2. Adanya peningkatan kualitas hidup
  3. Hasil belajar yang diperoleh bisa di gunakan untuk membantu orang lain.
  4. Manusia bisa memecahkan masalahnya terutama jika iya mau belajar dari pengalaman masa lalunya.
  5. Dengan belajar manusia bisa memanfaatkan semua potensi yang ada disekelilingnya untuk menunjang kebutuhan manusia itu sendiri.

C. Apa prinsip dari belajar?
Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Baik komitmen secara fisik, mental dan emosional.
  1. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar.
  2. Komitmen secara mental memproses informasi yang didapatkan (bukan skedar mendengar informasi selintas dengan dari kuping kiri ke kuping kanan saja).
  3. Komitmen secara emosional adalah dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun sesulit apapun.
D. Faktor Kesulitan belajar
  1. Faktor Pribadi yaitu yang berasal dari aspek psikologis diri sendiri. Di antara faktor pribadi yang bisa mempengaruhi kesulitan belajar adalah perasaan rendah diri, kesulitan, berkonsentrasi, atau rasa pesimis.
  2. Faktor Fisik, yaitu gangguan pada fisik seperti penyakit mata atau cacat tubuh yang mengganggu konsentrasi belajar.
  3. Faktor sosial, yang meliputi kondisi keluarga yang kurang harmonis, kondisi sekolah yang kurang nyaman, atau lingkungan masyarakat.
E. Bagaimana Cara Belajar Yang Baik
Cara belajar yang baik adalah dengan belajar yang tekun dan rajin dan dengan menentukan waktu yang tepat untuk belajar. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk tetap bertahan ditengah tekanan dan kesulitan yang kita alami. Mengapa begitu? karena semakin jauh kita melangkah kedepan maka semakin banyak pula rintangan dan halangan kita untuk mencapai apa yang kita cita-citakan. Setiap orang bisa menentukannya sendiri kapan waktu yang tepat yang dirasakannya cocok untuk belajar. Dan sebaiknya dilakukan tiap hari walaupun dengan waktu yang tidak lama misalnya 1-2 jam sehari.

1. Niat dan berdoa
Dalam belajar harus memiliki niat, belajar sekeras apapun jika tidak ada niat tidak ada gunanya. Berdoalah kepada Tuhan agar proses belajar mengajar yang kamu jalani dapat dimudahkan olehnya.

2. Ciptakan Suasana Belajar yang Kondusif
Dalam belajar kamu harus menciptakan suasana yang benar-benar kondusif jika ingin materi-materi yang ada benar-benar masuk ke Otak kamu. Jangan belajar dekat dengan bengkel, pabrik atau tempat berisik lainnya sehingga dapat merusak konsentrasi kamu dalam belajar. Tetapi pilihlah tempat-tempat yang tenang sehingga dapat membuat kamu konsentrasi penuh dan mendapat hasil yang maksimal.

3. Rajin Membaca
Dalam belajar kamu harus rajin dalam membaca, karena dengan membaca wawasan kita akan bertambah luas.

4. Lihat garis besarnya terlebih dahulu
Dalam membaca, cara belajar yang baik adalah dengan melihat garis besar dari materi. Waktu mendapat bahan pelajaran yang baru jangan langsung membaca semuanya. Tetapi kamu dapat meningkatkan pemahaman dengan melihat garis-garis besanya duluan. Yang biasanya terdapat di paragaf pertama atau paragaraf terakhir.

5. Buatlah catatan dan Intisari dari pelajaran
Kebiasaan belajar yang baik yang selanjutnya adalah dengan membiasakan membuat catatan dari intisari pelajaran yang dipelajari. Buatlah catatan kecil di buku tersendiri intisari dari pelajaran tersebut. Itu sangat membantu kamu dalam mengingat materi pelajaran karena saat kamu mencatat pasti kamu juga membacanya. Sehingga materi yang tersebut lebih mudah di ingat.

6. Rajin mengulang pelajaran
Jangan bosan dalam mengulang apapun yang barusan kamu pelajari, sehingga di harapkan hal yang sudah dipelajari akan selalu tersimpan di ingatan kita.

7. Buatlah singkatan dengan teknik kemampuan mengingat
Agar mudah mengingat coba buatlah singkatan-singkatan dari beberapa kata misalnya apa-apa saja warna yang ada pada pelangi? Mejikuhibiu (merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu)

8. Belajar dengan rajin serius dan tekun
Kebiasaan belajar yang paling ampuh adalah tekun dan rajin, dan selalu tepat waktu juga sangat mempengaruhi prestasi dalam belajar. Belajar tergesa-gesa misalnya hanya pada saat ulangan maka tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Dibandingkan dengan belajar yang di cicil setiap hari. Jadi belajarlah dengan tekun selagi ada waktu untuk belajar.

9. Hindari belajar berlebihan
Bila menjelang ujian biasanya pelajar belajar semalaman suntuk alias sistem SKS (Sistem kebut semalam) cara seperti ini sebaiknya dihindari karena pelajaran yang kamu pelajari tidak akan sepenuhnya masuk kedalam ingatan kamu dan dapat merusak kesehatan. Justru jika besok akan ujian sebaiknya kamu tidur tepat waktu dan cukup.

10. Aktif dalam bertanya
Jika ada yang belum jelas jangan malas bertanya dengan guru, teman atau orang tua, karena semakin banyak bertanya maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.

F. Kenali Cara Belajar Pribadimu...
Cara belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera penglihatan. Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar visual. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera pendengaran (audio/suara). Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar audiotory. Ada pula sebagaian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui gerakan tubuh atau demonstrasi.Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar kinestetik .
1. Tipe Belajar Visual
Apakah Anda suka mencorat-coret ketika berbicara ditelepon? Apakah Anda lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan tentang rute jalan? Jika Anda cenderung seperti ini, tipe belajar Anda adalah visual. Orang yang memiliki tipe belajar visual cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera penglihatan (melihat).

a. Karakteristik Umum:
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan;
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada harus berpidato;
  • Mengingat dari apa yang dilihat daripada dari yang didengar;
  • Sulit untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis;
  • Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal (ucapan) kepada orang lain, kecuali pesan tertulis;
  • Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik;
  • Teliti terhadap detail;
  • Lebih suka seni lukisan atau patung dari pada musik;
  • Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek
b. Tips:
Jangan ragu untuk selalu membawa buku catatan, catatlah segala bentuk informasi yang ingin diketahui dan kuasailah keterampilan teknik mencatat cepat dan efektif

2. Tipe Belajar Auditory
Orang yang memiliki tipe belajar auditori cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera pendengaran (mendengar). Misalnya, ia lebih suka berbicara sendiri, mengikuti ceramah/seminar daripada membaca buku, atau lebih suka berbicara dari pada menulis.

a. Karakteristik Umum:
  • Mudah terganggu oleh keributan;
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan;
  • Pembicara atau orator yang fasih;
  • Sulit untuk menulis, tapi hebat dalam bercerita;
  • Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar;
  • Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik;
  • Lebih suka seni musik daripada lukisan, atau patung;
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat.
b. Tips:
  • Buatlah kelompok diskusi;
  • Tidak usah ragu untuk selalu membawa tape-recorder. Putar ulang informasi/pelajaran yang telah Anda dapat;
  • Jangan ragu untuk selalu bertanya atau meminta penjelasan verbal lebih jauh;
  • Carilah suatu tempat belajar khusus yang bebas dari gangguan keributan

3. Tipe Belajar Kinestetik
Orang yang memiliki tipe belajar kinestetik cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Misalnya, ia lebih suka berpikir tentang sesuatu sambil berjalan (mondar-mandir), menggerak-gerakan anggota tubuh sambul berbicara/menjelaskan, atau ia paling tidak suka berlama-lama duduk dan diam.

a. Karakteristik Umum:
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian;
  • Belajar melalui simulasi dan praktek;
  • Menghafal dengan cara berjalan-jalan
  • Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang;
  • Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca;
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh ketika bicara atau menjelaskan sesuatu;
  • Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut;
  • Menyukai permainan yang menyibukan
b. Tips:
  • Siapkan makanan kecil ketika belajar atau mengerjakan PR;
  • Upayakan untuk mensimulasikan kembali segala sesuatu yang ingin dipelajari/kuasai;
  • Jangan ragu untuk selalu meminta guru/Anda sendiri untuk mensimulasikan atau mempraktekkan apa yang sedang dipelajari;
  • Carilah suatu tempat belajar khusus yang luas sehingga Anda dapat bebas bergerak

Thursday, November 10, 2011

Pahlawan

Pahlawan
Hari ini 10 November kita kembali memperingati hari pahlawan. Pahlawan adalah orang yang telah melakukan sesuatu yang dia mampu lakukan dengan keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau perjuangan yang gagah dan berani.
Berkat jasa-jasa merekalah kita generasi penerus bangsa yang sekarang dapat menikmati indahnya kebebasan. Kebebasan yang dibayar sangat mahal, lewat harta bahkan nyawa. Jika melihat besarnya jasa pahlawan terdahulu sangat tidaklah adil jika saat ini kita sebagai penerusnya gagal dalam membangun bangsa kearah yang lebih baik. Bahkan generasi muda saat ini nyaris hilang rasa bela bangsanya. Padahal saat ini untuk menjadi pahlawan kita tidaklah lagi harus dengan mengangkat senjata dan berperang melawan penjajah tetapi cukup dengan aksi realitas yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap orang yang berjasa kepada bangsa ataupun kepada orang lain bisa disebut pahlawan. Orang tua berjasa kepada kita karena telah melahirkan, merawat dan mendidik kita. Petani berjasa dalam menyediakan kebutuhan pangan. Guru berjasa dalam mengajarkan ilmu pengetahuan. Semua orang dapat berjasa dan menjadi pahlawan bagi bangsa ini sesuai dengan caranya masing-masing.
Sikap kepahlawanan sangat penting dan harus dimiliki setiap orang. Sejak dini sikap kepahlawanan harus mulai dipupuk dan dibiasakan. Orang yang tidak memiliki sikap kepahlawanan akan menjadi penakut, pelit atau tidak mau berkorban, malas berusaha, egois (mementingkan diri sendiri) dan mudah putus asa. Walaupun tidak mendapat penghargaan dari siapapun sikap kepahlawanan harus senantiasa dipupuk sebab penghargaan bukanlah tujuan dari seorang pahlawan. Kita harus membiasakan diri memiliki sikap kepahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap kepahlawan dapat kita terapkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. Berikut ini adalah contoh sikap kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Lingkungan keluarga Di lingkungan keluarga kita dapat menerapkan sikap kepahlawan dengan saling menolong dengan ikhlas. Biasanya di rumah telah ditetapkan aturan dan tugas-tugas rumah. Misalnya ayah mencuci motor, ibu memasak, kamu mencuci piring dan adikmu menyapu rumah. Jika suatu saat adikmu tidak dapat melaksanakan tugas karena sakit, maka kamu harus siap menggantikan tugasnya dengan rela dan tulus ikhlas.
  2. Lingkungan sekolah Di lingkungan sekolah kita pun dapat mewujudkan sikap kepahlawan. Misalnya jika ada teman yang tertimpa musibah, seluruh siswa di kelas dengan suka rela mengumpulkan bantuan dana dan barang. Sikap kepahlawanan di sekolah juga bisa diwujudkan dengan berani mengakui kesalahan, jika memang berbuat salah.
  3. Lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan yang lebih luas. Sikap kepahlawanan dapat diwujudkan misalnya dengan ikut serta bekerja bakti membersihkan lingkungan. Jika memiliki suatu makanan tidak lupa memberikan kepada tetangga. Jika ada suatu daerah yang tertimpa musibah, kita bantu sesuai dengan kemampuan kita. Ini juga merupakan sikap kepahlawanan.
Menghargai jasa-jasa para pahlawannya adalah ciri-ciri bangsa yang besar, mulai lah dari diri sendiri dengan menerapkan sikap-sikap kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membawa Indonesia kearah yang lebih baik. Merdeka !!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews